Sunday, April 12, 2015

Tenun Motif Ayat Kursi Full Benang Emas

- Kami khusus menyediakan kain tenun tapis
- Tapis merupakan kain tenun khas Lampung
- Motifnya dirangkai dengan metode sulam tangan.
- Motifnya terbuat dari benang emas pelintir kualitas terbaik
- 90% kain dasar dihias dengan motif benang emas
- Spesial untuk hiasan dinding
- Ukuran panjang kain = 100 cm dan lebar = 60 cm
- Harga Rp 800.000,-

Oleh karenanya, silahkan dipigura dengan model bingkai apapun sesuai minat dan selera Anda. Kemudian pajang dimanapun di ruangan Anda di rumah atau di kantor.


Motif Ayat Kursi Full Benang Emas

Tenun Motif Ayat Kursi Sulam

- Kami khusus menyediakan kain tenun tapis
- Tapis merupakan kain tenun khas Lampung
- Motifnya dirangkai dengan metode sulam tangan.
- Motifnya terbuat dari benang emas pelintir kualitas terbaik
- Spesial untuk hiasan dinding
- Ukuran panjang kain = 100 cm dan lebar = 60 cm
- Harga Rp 550.000,-

Oleh karenanya, silahkan dipigura dengan model bingkai apapun sesuai minat dan selera Anda. Kemudian pajang dimanapun di ruangan Anda di rumah atau di kantor.


Motif Ayat Kursi Sulam

Tenun Motif Ayat Kursi Bordir

- Kami khusus menyediakan kain tenun tapis
- Tapis merupakan kain tenun khas Lampung
- Motifnya dirangkai dengan metode bordir
- Motifnya terbuat dari benang emas terbaik
- Spesial untuk hiasan dinding
- Ukuran panjang kain = 100 cm dan lebar = 60 cm
- Harga Rp 200.000,-

Oleh karenanya, silahkan dipigura dengan model bingkai apapun sesuai minat dan selera Anda. Kemudian pajang dimanapun di ruangan Anda di rumah atau di kantor.



Motif Ayat Kursi Bordir


Tenun Motif Al-Fatihah

- Kami khusus menyediakan kain tenun tapis
- Tapis merupakan kain tenun khas Lampung
- Motifnya dirangkai dengan metode sulam tangan.
- Motifnya terbuat dari benang emas pelintir kualitas terbaik
- Spesial untuk hiasan dinding
- Ukuran panjang kain = 100 cm dan lebar = 60 cm
- Harga Rp 800.000,-

Oleh karenanya, silahkan dipigura dengan model bingkai apapun sesuai minat dan selera Anda. Kemudian pajang dimanapun di ruangan Anda di rumah atau di kantor.


Motif Al-Fatihah

Tenun Motif Asmaul Husna

- Kami khusus menyediakan kain tenun tapis
- Tapis merupakan kain tenun khas Lampung
- Motifnya dirangkai dengan metode sulam tangan.
- Motifnya terbuat dari benang emas pelintir kualitas terbaik
- Spesial untuk hiasan dinding
- Ukuran panjang kain = 150 cm dan lebar = 75 cm
- Memuat 99 nama Allah
- Harga Rp 1.800.000,-

Oleh karenanya, silahkan dipigura dengan model bingkai apapun sesuai minat dan selera Anda. Kemudian pajang dimanapun di ruangan Anda di rumah atau di kantor.


Motif Asmaul Husna


Orang-Orang Sukses Tanpa Ijazah

Adam Malik
Lahir di Pematang Siantar, 22 Juli 1917, Adam Malik terlahir dari pasangan Haji Abdul Malik Batubara dan Salamah Lubis.
Adam Malik menjalani pendidikan dasar di HIS. Lulus dari HIS, ia menghabiskan waktunya dengan bekerja di toko milik ayahnya.
Minatnya terhadap politik dimulai saat usianya masih teramat muda, 17 tahun. Saat itu ia telah menjadi pimpinan Partindo di Pematang Siantar.
Adam Malik turut serta dalam perlawanan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Ia menjadi salah seorang tokoh pemuda yang membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok pada 17 Agustus 1945.
Karir politiknya melesat pada 1950-an. Ia diangkat sebagai duta besar untuk Uni Soviet dan Polandia. Kemudian ia menjabat sebagai ketua MPR, serta pernah menjadi wakil presiden ke-3.
Agus Salim
Lahir di Kota Gadang, Sumatera Barat, 8 Oktober 1884, Agus Salim dikenal sebagai pendiri Sarekat Islam (SI). Agus Salim pernah menempuh pendidikan di ELS (Europeesche Lagere School) dan HBS (Hoogere Burgerschool) di Batavia.
Agus Salim memiliki kemampuan berbahasa Belanda, Inggris, Arab, Turki, Prancis, dan Jepang.
Keterlibatannya dalam politik diawali dengan menjadi anggota Sarekat Islam bersama HOS Tjokroaminoto serta Abdul Muis. Ia juga pernah menjadi Menteri Muda Luar Negeri saat Kabinet Syahrir I dan II.

Ajip Rosidi
Ajip Rosidi merupakan sastrawan terkemuka, penulis, dan budayawan. Pendidikannya ditempuh di Sekolah Rakyat Jatiwangi pada 1950, SMP Neger VIII Jakarta 1953 dan Pendidikan Taman Siswa Jakarta pada 1956. Meskipun pendidikan SMA tidak selesai, Ajip memiliki kemauan besar menjadi orang sukses. Ia sangat gemar membaca. Tidak heran jika karya tulisnya mencapai 326 judul.
Karena prestasinya dibidang kesusastraan, Ajip diangkat sebagai dosen di Fakultas Sastra Unpad. Tahun 1981, ia menjadi guru besar tamu di Universitas Bahasa Asing Osaka.

Chairil Anwar
Chairil Anwar dikenal sebagai penyair angkatan 45. Ia hanya menyelesaikan pendidikan sampai tingkat MULO. Pada usia 18 tahun, ia memutuskan untuk menjadi seniman.

Buya Hamka
Lahir di Maninjau, Sumatera Barat tahun 1908, Buya Hamka Buya Hamka dikenal sebagai ulama yang menguasai banyak bidang. Ia menyelesaikan pendidikan dasar di Maninjau, dan pendidikan lanjutan ditekuninya melalui jenjang informal.
Buya Hamka pernah bekerja sebagai wartawan tahun 1920-an. Karyanya yang sangat terkenal di antaranya Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Dibawah Lindungan Ka’bah, dan Merantau ke Deli.
Dahlan Iskan
Dahlan Iskan merupakan salah seorang raja media di Indonesia. Keahliannya dalam bidang tulis-menulis, telah mengantarkannya untuk meniti karir di Majalah Tempo.
Dahlan Iskan ditunjuk menjadi pimpinan Jawa Pos ketika koran tersebut hampir diujung kebangkrutan. Ditangan Dahlan, Jawa Pos mulai mampu bangkit dengan meningkatnya jumlah oplah penjualan.
Kini JPNN (Jawa Pos News Network) telah memiliki 190 surat kabar, tabloid, dan percetakan.

Andrie Wongso

Andrie Wongso dikenal sebagai motivator terkemuka di Indonesia. Namun siapa sangka bahwa ia pun tidak pernah menamatkan pendidikan sekolah dasar.
Andrie Wongso mengalami kesulitan hidup sejak masih kecil. Ia tidak dapat menyelesaikan pendidikan dasarnya disebabkan sekolahnya ditutup pemerintah orde baru.
Saat ini, ia sangat terkenal sebagai motivator no. 1 Indonesia.

Sumber: www.koranopini.com


Mengenal Urgensi EQ

Antara IQ dan EQ

Kecerdasan akademis sedikit kaitannya dengan kehidupan emosional. Orang dengan IQ tinggi dapat terperosok ke dalam nafsu yang tak terkendali dan impuls yang meledak-ledak, dan menjadi pilot yang tak cakap dalam kehidupan pribadi mereka. Terdapat pemikiran dari beberapa pakar bahwa IQ menyumbang paling banyak 20% bagi kesuksesan dalam hidup, sedangkan 80% ditentukan oleh faktor lain.

Kecerdasan akademis praktis tidak menawarkan persiapan untuk menghadapi gejolak atau kesempatan yang ditimbulkan oleh kesulitan-kesulitan hidup. IQ yang tinggi tidak menjamin kesejahteraan, gengsi, atau kebahagiaan hidup seseorang.

Banyak bukti memperlihatkan bahwa orang yang secara emosional cakap yang mengetahui dan menangani perasaan mereka sendiri dengan baik, dan yang mampu membaca dan menghadapi perasaan orang lain dengan efektif memiliki keuntungan dalam setiap bidang kehidupan, entah itu dalam hubungan asmara dan persahabatan, ataupun dalam menangkap aturan-aturan tak tertulis yang menentukan keberhasilan dalam politik organisasi.

Orang dengan keterampilan emosional yang berkembang baik berarti kemungkinan besar ia akan bahagia dan berhasil dalam kehidupan, menguasai kebiasaan pikiran yang mendorong produktivitas mereka. Orang yang tidak dapat menghimpun kendali tertentu atas kehidupan emosionalnya akan mengalami pertarungan batin yang merampas kemampuan mereka untuk berkonsentrasi pada karir atau pekerjaan ataupun untuk memiliki pikiran yang jernih.

Survei terhadap orangtua dan guru-guru memperlihatkan adanya kecenderungan yang sama di seluruh dunia, yaitu generasi sekarang, lebih banyak mengalami kesulitan emosional daripada generasi sebelumnya: lebih kesepian dan pemurung, lebih berangasan dan kurang menghargai sopan santun, lebih gugup dan mudah cemas, lebih impulsif dan agresif.

Kemerosotan emosi tampak dalam semakin parahnya masalah spesifik berikut:
- Menarik diri dari pergaulan atau masalah sosial.
- Cemas dan depresi, menyendiri, sering takut, ingin serba sempurna, merasa tidak dicintai, merasa gugup dan sedih.
- Memiliki masalah dalam hal perhatian atau berpikir.
- Nakal atau agresif.


Sumber:
Fauzan Ahmad, Meraih Sukses Tanpa Batas, Elex Media Komputindo: Jakarta